Label

Rabu, 17 Maret 2010

Sejarah Singkat Samurai


Asal muasal kata samurai dimulai pada keluarga Yamato, yang muncul sebagai klan terkuat di Jepang pada abad ketujuh Masehi. Kata samurai berarti 'orang yang melayani' dan diberikan kepada mereka yang lahir dari keluarga terhormat dan ditugaskan untuk menjaga keluarga kerajaan. Falsafah pengabdian ini adalah akar dari keningratan kaum samurai baik dalam tatanan sosial maupun spiritual.

Pada akhirnya, keluarga Yamato kesulitan mempertahankan pemerintahan sentralisasi negara dan mulai mendelegasikan tugas militer, administrasi, dan penarikan pajak kepada mantan-mantan pesaing yang berfungsi sebagai gubernur. Saat Yamato dan Kekaisaran mulai melemah, gubernur-gubernur lokal makah semakin kuat. Ahirnya ebrapa diantar mereka berevolusi menjadi daimyo, atau penguasa feodal yang menguasai teritori tertentu yang independen dari pemerintah pusat. Pada tahun 1185, Minamoto no Yoritomo, seorang panglima perang dari provinsi timur dan masih punya hubungan darah dengan keluarga kaisar, membangun pemerintahan militer negara yang pertama, dan Jepang memasuki era feodal selama kurang lebih tujuh ratus tahun.

Stabilitas yang dirintis oleh Minamoto pada tahun 1185 tidak berlangsung lama. Pada tahun 1467 pemerintahan militer runtuh dan menyebabkan Jepang mengalami Zaman Perang Antar-Klan.

Pada saat Jepang memasuki Zaman Perang Antar-Klan, istilah samurai telah berubah. Meski pada zaman tersebut membawa kekacauan, kekuasaan tetap terstruktur dalam era feodal Jepang. Kaisar adalah penguasa tertinggi. Namun fungsinya hanya berupa simbol. Kaisar sangat bergantung pada daiyo untuk membiayai angaran istananyadan tidak turun langsung dalam urusan negaranya.

Kelas sosial dibawah Kaisar adalah kaum bangsawan, termasuk para pangeran, putri, dan bawahan yang memiliki hubungan darah dengan kaisar. Secara resmi berada dibawah kaum bangsawan adalah Shogun.. Pemegang komando militer tertinggi ini dapat disamakan dengan presiden atau perdana menteri.

Panglima perang atau daimyo berada pada urutan berikutnya. Para daimyo mengatur kota yang tumbuh di sekitar kastil mereka dan mendapatkan penghasilan dari pajak yang ditarik dari penduduk kota atau petani.

Samurai yang dipekerjakan oleh daimyo memduduki tingkat sosial berikutnya. Orang-orang ini sangat menjunjung tinggi nilai Bushido (semboyan kaum ksatria) Samurai yang terburuk tidak jauh berbeda dengan preman pasar.

Lapisan kelas sosial dibawah samurai adalah Ronin atau samurai tanpa majikan. Kaum ronin terdiri dari pejuang-pejuangyang jujur dan para bajingan. Mereka adalah golongan sosial yang paling rendah yang brhak menyandang nama keluarga, sebuah kehormatan yang membedakan mereka dari rakyat jelata.

Dibawah ronin terdapat penduduk kota, pengrajin, pedagang, dan petani. Mereka tidak bergelar dan hanya menyandang satu nama.

Pada tahun 1867, saat kepemilikan pedang oleh sipil dinyatakan melanggar undang-undang dan kelas prajurit ditiadakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar